Jakarta City Philharmonic (JCP) adalah proyek bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Pada bulan November 2016 orkes ini mengadakan pentas perdana dan mendapat sambutan hangat dari kalangan pecinta musik orkestra klasik di Jakarta. JCP dibentuk untuk melengkapi Jakarta sebagai kota metropolitan. Seperti layaknya kota-kota besar di dunia, kehadiran sebuah orkestra profesional – dengan jadwal padat sepanjang tahun – merupakan kebutuhan kultural sebuah metropolitan modern. Dengan program yang menarik sekaligus edukasional-informatif, JCP berupaya – dengan sumber daya manusia Indonesia yang tersedia – menghadirkan repertoar musik klasik dunia kepada masyarakat Jakarta secara khusus, dan tentu saja seluruh warga Indonesia. Musik bermutu menjadi terjangkau, tidak elitis, dan mudah disentuh guna memperkaya kehidupan kultural masyarakat yang sehat, sekaligus memberi kesempatan mendapatkan pengalaman pribadi akan betapa kuatnya pengaruh musik dalam jiwa seseorang.

Karya musik simfonik anak bangsa menjadi prioritas untuk dihadirkan dalam setiap edisi pementasan, berdampingan dengan raksasa-raksasa musik simfonik dunia yang sudah lebih dulu menggaung di bangsal-bangsal legendaris sejagad. Besar harapan kita, karya mereka kelak menjadi repertoar dunia setelah JCP menampilkannya. Untuk memenuhi impian tersebut, segenap musisi nasional dengan latar belakang klasik Barat dikerahkan melalui seleksi – baik melalui pemilihan maupun dengan audisi tertutup berkala – sehingga standar penampilan dapat terus ditingkatkan. JCP sebagai institusi dapat menjadi sarana dialog kultural di tingkat nasional dan internasional serta berperan aktif dalam perdamaian dunia melalui bahasa yang universal: musik.

Jakarta City Philharmonic (JCP) is a joint project of Indonesia Creative Economy Agency (BEKRAF) with the Jakarta Arts Council (DKJ). In November 2016 the orchestra held its première and received a warm welcome from amongst the classical orchestra lovers in Jakarta. JCP was formed to complement Jakarta as a metropolitan city. Just like any major city in the world, the presence of a professional orchestra – on a regular schedule throughout the year – is a cultural necessity of a modern metropolis. With an interesting and educational-informative programme, JCP strives – with an abundance of Indonesian musicians – to bring a world-class music repertoire to the Jakarta’s community in particular, and of course, to all Indonesian citizens. Therefore, quality music becomes affordable, not elitist, and easy to access in order to enrich the cultural life of a healthy society. It also provides an opportunity for us to gain personal experience of how profound the influence of music in one’s soul.

Indonesian composers’ symphonic works are a priority to be performed in each edition, presented side by side with the big names of symphonic music which had been already echoed in world’s finest orchestral halls. We duly hope that their works might become part of world’s repertoires after being presented by JCP. To fulfil the dream, all Indonesian musicians whose educational background is Western classical music are deployed through meticulous selection – either through election or with periodically closed auditions – so that the performance standards can continually be improved. JCP as an institution also embodies a space for cultural dialogue at both national and international levels, as well as plays an active role in promoting world peace through our universal language: music.

Dewan Komisaris: Budi Utomo Prabowo, Anto Hoed, Totot Indarto, Aksan Sjuman, Fafan Isfandiar • Dewan Kesenian Jakarta: Irawan Karseno, Danton Sihombing, Aini Hutasoit, Helly Minarti, Aksan Sjuman • Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta: Anto Hoed, Anusirwan, Otto Sidharta, Aksan Sjuman

Contact Us

Sendclear